MENGHITAMKAN RAMBUT BERUBAN

Apa yang saya ungkapkan di sini adalah pengalaman pribadi dari keluarga kami.
Kami sekeluarga (kakak beradik) berjumlah 5 orang. Terdiri dari 2 orang laki-laki, yaitu saya sebagai anak sulung dan adik saya yang bungsu, sedangkan di tengah-tengah yang berjumlah 3 orang adalah perempuan.
 
Berbeda dengan adik-adik saya yang perempuan, mereka semua rambutnya masih hitam, sedangkan sejak SMA kelas 1 saya sudah beruban dan adik bungsu saya malah sudah beruban sejak kelas 1 SMP . Hal ini disebabkan adanya faktor keturunan, karena mbah dari pihak bapak saya ternyata sudah beruban sejak masih muda, saya tidak tahu masih mudanya umur berapa, yang jelas ketika itu dia dipanggil dengan sebutan : Mbah Putih.
Menurut cerita, panggilannya tersebut berubah sesuai dengan umurnya pada waktu itu, yaitu : Mas Putih (ketika masih muda), kemudian Pak Putih (ketika sudah menikah dan sudah berumur), dan ketika tua beliau dipanggil Mbah Putih. Hal ini bukan hanya disebabkan karena putih kulitnya, tetapi adalah karena rambutnya sudah putih sejak muda.
 
Bagi saya uban bukan merupakan masalah, karena saya anggap itu adalah hal yang alami, sehingga sejak saya beruban (ketika mulai SMA kelas 1), saya tidak pernah menyemir rambut saya. Hanya ketika saya akan menikahkan adik saya yang perempuan, saya menyemir rambut saya. Karena kami yatim piatu sejak saya berumur 20-an tahun, jadi saya bertanggung jawab terhadap seluruh kebutuhan adik-adik saya, termasuk juga adalah pernikahan adik saya.
 
Berbeda dengan adik saya, dia sangat resah terhadap uban yang ada di kepalanya, karena ubannya sudah ada sejak dia SMP kelas 1, sehingga dia melakukan upaya apapun untuk dapat menghitamkan rambutnya. Dia sudah melakukan penyemiran rambut dengan merk semir rambut yang paling murah sampai dengan yang paling mahal (saya tidak tahu uangnya dari mana, karena kalau dari saya jelas tidak mungkin, pendapatan saya pada waktu itu masih sangat minim). Suatu hari dia pergi berhari-hari dan tidak pulang, dan ketika pulang rambutnya menjadi hitam seluruhnya, karena saya tahu bahwa rambutnya sudah sering disemir, saya tidak mempertanyakan sebabnya, tetapi ketika setelah sebulan lebih kondisi rambutnya tetap hitam, saya tanyakan padanya apa sebabnya rambutnya tetap hitam, dia diam saja dan bilang ke saya agar tunggu sampai ½ tahun, kalau rambutnya tetap hitam baru dia akan cerita.
 
Setalah ½ tahun saya lupa menanyakan mengenai rambutnya, sampai kemudian tetangga kami tanya tentang hal itu, adik saya tertawa saja. Tapi hal ini membuat saya ingat akan janjinya, dan saya tanyakan kepadanya, dia menjawab bahwa ini adalah karena air batang pisang. Kemudian saya tanyakan cara pemakaian air batang pisang tersebut.
 
Inilah resepnya :
  • Korbankan 1 pohon pisang (jenis apapun), yang tidak merugikan sih yang sudah tidak menghasilkan buah.
  • Tebang pohon pisang tersebut tepat di bonggolnya (bukan ditengah-tengah batangnya), yaitu di batang paling bawah jangan di akarnya dan juga jangan diangkat akarnya. Tebang saja tepat di bonggolnya (tepat di batang yang paling empuk paling bawah)
  • Buatlah cegokan di bonggol tersebut dengan membersihkan sisa tebangan, sehingga terbentuk seperti mangkok kecil.
  • Tunggu sampai cegokan mangkok tersebut dipenuhi oleh air pisang hasil tebangan.
  • Setelah air cukup, masukan air pisang tersebut ke dalam tempat yang dapat ditutup (misalnya botol).
  • Oleskan setiap hari air pisang tersebut ke rambut anda secara merata ketika akan tidur di malam hari.
  • Agar bantal dan tempat tidur tidak menjadi hitam, maka sebaiknya rambut yang telah dioleskan oleh air pisang ditutup dengan kain (korbankan juga 1 helai kain untuk proses ini). Penutup rambut ini jangan terbuat dari plastik karena akan menyebabkan kulit kepala panas dan gatal-gatal.
  • Setelah bangun tidur rambut dapat dicuci dan dibersihkan.
  • Lakukan ini setiap hari (di malam hari) dalam jangka waktu 1 bulan. Maka rambut anda akan menjadi hitam dan tidak beruban kembali.
Sampai sekarang rambut adik saya tetap hitam, walaupun ada beberapa helai uban baru yang tumbuh (karena umurnya juga sudah semakin tua), saya tidak tahu apakah uban tersebut adalah dari rambut baru yang tumbuh yang tidak sempat kena air pisang atau bagaimana. Yang jelas, rambut adik saya tetap hitam. Tidak seperti saya, hampir semua kepala saya ditutupi uban.
 
Pertanyaannya mungkin adalah : Mengapa saya tidak menggunakan resep adik saya untuk diri saya. Itu karena saya menyukai rambut putih saya, yang sering selalu saya katakan bahwa rambut putih saya adalah lambang kemakmuran dan kewibawaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Go back to top